Rabu, 16 Maret 2011

Cerita di balik "Bola Ubi"

Pada semester terakhir ini (semoga beneran terakhir, hehe..) aku mendapat tugas untuk mengumpulkan berbagai ide kreatif (yang tentunya berbeda dengan yang telah ada di kehidupan fana ini) dalam membuat sebuah produk, bisa itu makanan atau kah sebuah produk inovatif, nantinya produk2 yang aku kumpulkan akan dipilih dan akan dibazarkan pada akhir semester, itu artinya aku harus membuat produk yang beneran, gak bisa ngarang tingkat tinggi plus emosi membara dan hasrat pecundang meramu ramuan antah berantah.,,huffffft, ucing pala nich.. (kata2 anak alay zaman sekarang..)

ide kreatif ini mungkin tak akan bisa muncul di kondisi bandung seperti sekarang karena untuk membuat produk kreatif dan inovatif ataupun makanan inovatif (yang bisa dimakan tentunya..) membutuhkan konsentrasi tinggi. Kondisi macet yang semakin parah di bandung, udara segar bin nikmat dari knalpot-knalpot damri serta keadaan cuaca yang silih berganti (bentar ujan bentar panas membuat cucian gak kering) membuat fungsi otak tidak dapat bekerja maksimal. SO?? IDE GAK ADA...

Hari ini adalah hari rabu saatnya istirahat, besok kamis saatnya santai, jumat saatnya prepare weekend, sabtu dan minggu adalah weekend,, gak banget kan buat tugas di akhir minggu alias weekend,, hari senin tugas itu udah dikumpul, kapan kah aku harus membuat tugas ini? Apakah harus menunggu Car Free Day dulu agar otak ini bisa bekerja maksimal??

Sepertinya lagu dangdut anang-ashanty dapat membantu otak ini bekerja maksimal melebihi kapasitas,whehehe...

setelah aku berfikir selama bertahun-tahun (baca = lama, Sepertinya aku akan memutuskan untuk membuat bola-bola ubi yang pernah aku buat dulu. Sekilas cerita mengenai bola-bola ubi ku.

Waktu kecil, kira-kira SD ato SMP aku tinggal di Pekanbaru-Riau dan di sebuah perumahan. Aku punya tetangga yang sangat dekat sejak kecil, nah tetanggaku ini bernama Kak Iil, kakak ini waktu itu membuat bola-bola ubi yang gampang banget, caranya hanya merebus ubi rambat lalu dihancurkan dan diberi garam serta dibentuk bulat dan digoreng menggunakan telur. Cara sederhana namun cukup membuat lidah bergoyang.. enak., sejak itu aku berniat untuk membuat bola ubi tersebut tapi tidak pernah kesampaian, akhirnya pada saat di Bandung aku merealisasikan keinginan itu. Di kostsan yang nyaman dan tentram ini yaitu kost camelia (sekarang menjadi kost shanty karena ibu kostnya udah ganti jadi nama kostsan pun diganti)aku membuat bola-bola ubi dan alhasil SUKSES dan dicoba oleh Gita dan Ending (baca : ank kostsan) dan habis oleh mereka, kata mereka sih enak. Sejak itu mereka pun mulai mengkombinasikan bola ubi itu, si Gita membuat bola ubi rasa ayam dengan menambahkan ayam cincang ke dalam resepnya dan ending membuat bole ubi mie dengan mengisi bola-bola ubi dengan mie dan tahu,, nah aku pun berniat untuk membuat bola-bola ubi dengan daging,, namun itu belum terealisasikan.

Sekedar info, aku sedang dalam tahap mengurangi makan daging ayam karena daging ayam lebih banyak tidak bagusnya daripada manfaatnya karena daging ayam sekarang lebih banyak beredar daging ayam ras yang merupakan daging ayam yang telah disuntik hormon dan itu tidak bagus, saran : makanlah daging ayam tanpa suntik hormon yaitu daging ayam kampung, walaupun harga mahal tapi sehat.
Balik ke tugas kewirausahaan ini, alhasil sepertinya aku akan mengajukan bola-bola ubi daging sapi, gimana cara buatnya? itu mah urusan nanti yang penting ide dulu,,sekalian deh pengen buat bola-bola ubi rasa keju, enak gak yaa??? ntar dicobain tapi keknya enak deh,, sebelum buat bola ubi-keju sebaiknya aku harus buat proposal dulu ke produsen keju yaitu krap supaya dapat keju gratis, bisa jadi resep ini dikomersilkan,whehehe..

Tambahan : Hal yang mendorong membuat bola ubi di kostsan karena siang itu aku selesai nonton acara tentang pengusaha gitu dan ternyata ada pengusaha yang sukses hanya dengan jualan BOLA UBI.. Gak nyangka bola ubi itu udah ada yang jual,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar